*/tab menu........................................ ----------------------------------------------- */

Selasa, 26 Oktober 2010

Sumpah Pemuda dan Pemuda Sekarang

Bulan Oktober memang menjadi salah satu bulan bersejarah bagi Indonesia khususnya. Karena di bulan ini terdapat Hari Sumpah Pemuda. Tapi pertanyaan saya, apakah masih ada yang menganggap bahwa sejarah ini adalah sebagai suatu bukti nyata lahirnya Indonesia?


Mungkin masih banyak orang yang menganggap bahwa sejarah ini sebagai bukti nyata lahirnya Indonesia. Tapi pasti kebanyakan dari mereka hanya menguasai teori tentang sejarah berdirinya Indonesia. Tidak benar-benar menghayati bagaimana perjuangan para pahlawan, bagaimana menjadi rakyat pada saat itu yang tertindas oleh kolonialisme belanda. Serta tidak benar-benar mengamalkan untuk menghargai jasa para pahlawan.


Dan satu pertanyaan lagi, apakah masih ada yang mengingat Sumpah Pemuda? Kalau yang ditanya para orang tua, pasti banyak yang masih mengingatnya. Tetapi jika yang ditanya anak-anak muda, pasti banyak yang tidak ingat apa itu Sumpah Pemuda walau pasti sudah pernah dipelajari di bangku sekolah. Bahkan mungkin sampai tidak tahu tanggal berapa Hari Sumpah Pemuda. Jika ditanya, mereka akan jawab, “Sumpah Pemuda? Kayaknya pernah denger dehh…” nah, apa itu Sumpah Pemuda aja mereka tak tahu, apalagi maknanya.


Bukan maksud bahwa pemuda sekarang tidak berkualitas. Karena ternyata masih ada pemuda yang tergerak untuk untuk memperbaiki kondisi bangsa ini dengan cara menyampaikan aspirasi generasi muda demi perbaikan bangsa ini.


Tetapi sepertinya sisi positif perkembangan generasi muda terbatas pada mereka yang memiliki kualitas SDM yang baik. Masih banyak ternyata generasi muda yang tidak memliki kualitas SDM yang baik. Contoh yang bisa kita lihat yaitu mahasiswa yang hanya berdemo tiap hari tanpa memikirkan bagaimana kelanjutan studi, dan yang lebih parahnya lagi, di televisi kita bisa lihat bagaimana tawuran mahasiswa antar universitas yang terjadi dengan gampangnya. Ya, gampang karena mereka tidak memiliki rasa takut atau sungkan tawuran di depan kantor polisi, seolah-olah polisi dianggap tidak ada oleh mereka. Belum lagi tawuran tersebut merusakkan sebuah mobil orang yang tidak tahu apa-apa, padahal orang itu memarkirkan mobilnya untuk berobat misalnya. Media pun tidak menginformasikan kembali update beritanya.


Masyarakat di mana pun tampaknya gerah melihat aksi tawuran, baik oleh siswa, mahasiswa, atau siapapun juga. Padahal seharusnya mereka memiliki intelektualitas yang tinggi sehingga tidak perlu menyelesaikan masalah dengan tawuran. Karena itu hanya akan merendahkan mereka sendiri tanpa mereka sadari.

namun, prestasi generasi muda Indonesia sekarang juga tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab ada banyak penghargaan yang diraih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar